Identifikasi Gejala Dan Kisaran Inang Enam Isolat Begomovirus Cabai Di Indonesia

Redy Gaswanto • Muhamad Syukur • Sri Hendrastuti Hidayat • Neni Gunaeni
Journal article Jurnal Hortikultura • December 2016 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 12 pages)

Abstract

Perkembangan infeksi Begomovirus pada cabai di Indonesia tidak menutup kemungkinan adanya isolat baru yang berbeda gejala dan kisaran inangnya. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan identifikasi isolat Begomovirus cabai dari beberapa sentra produksi di Indonesia berdasarkan gejala dan kisaran inangnya. Penelitian dilakukan di laboratorium dan rumah kasa virologi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) Lembang, dari Bulan Mei 2013 sampai dengan Agustus 2013. Isolat Begomovirus cabai diperoleh dari enam daerah, yaitu: Leuwikopo-Bogor, Brebes, Magelang, Kediri, Blitar, dan Karangploso-Malang. Isolat Begomovirus cabai tersebut diisolasi dan dipelihara pada bibit tanaman cabai sehat varietas Tanjung-2 dengan cara ditularkan melalui serangga vektor B. tabaci non viruliferous. Deteksi isolat Begomovirus cabai secara Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan sepasang primer universal pAL1v1978/pAR1c715. Identifikasi gejala dan kisaran inang dilakukan pada sembilan jenis tanaman indikator, yaitu: cabai, tomat, terung, kacang panjang, buncis, mentimun, babadotan, caisim, bayam duri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok diulang tiga kali. Amplifikasi PCR menggunakan primer universal pAL1v1978/pAR1c715 terhadap enam isolat Begomovirus cabai berhasil memperoleh fragmen DNA berukuran 1600 kb. Isolat Begomovirus cabai asal Brebes, Magelang, Kediri, Blitar, Karangploso berhasil ditularkan pada tanaman indikator cabai, tomat, terung, mentimun, kacang buncis, kacang panjang, babadotan, namun tidak berhasil ditularkan pada tanaman caisim dan bayam duri. Gejala infeksi isolat Begomovirus cabai yang ditimbulkan pada tanaman indikator bervariasi antar isolat. Pada tanaman cabai, isolat Begomovirus asal Brebes lebih virulen 3,3-10% untuk tingkat kejadian penyakit dengan masa inkubasi lebih cepat 2,7-3,7 hari dibandingkan isolat Begomovirus asal Bogor, Magelang, Kediri, Blitar, dan Malang. Untuk kepastian perbedaan enam isolat Begomovirus cabai secara molekuler, maka disarankan untuk analisa Perunutan DNA.

Metrics

  • 351 views
  • 550 downloads

Journal

Jurnal Hortikultura

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikul... see more