Kajian Budidaya Kentang Ramah Lingkungan Dengan Teknik Konservasi Tanah Di Lahan Kering Berlereng

Zainal Arifin • Imam Sutrisno • Eli Korlina • Ratna Dewi Indriana
Journal article Jurnal Hortikultura • June 2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh paket teknologi USAhatani konservasi kentang yang dapat mengurangi laju erosi dan ramah lingkungan serta mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan USAhatani kentang. Lokasi penelitian terletak di sentra produksi kentang lahan kering dataran tinggi dengan ketinggian tempat 1.725 m dpl dan kemiringan lahan 40% di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada MH 2014/2015. Rancangan percobaan secara acak kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan teknik konservasi tanah meliputi : (1) teknologi petani A (bedengan searah lereng), 125 kg Urea/ha + 200 kg ZA/ha + 75 kg SP36/ha + 250 kg Ponska/ha + 5 t pupuk organik/ha, (2) teknik konservasi B1 (bedengan kemiringan 30o), 300 kg Urea/ha + 350 kg ZA/ha + 200 kg SP-36/ha + 100 kg KCl/ha + 2,5 t pupuk organik/ha + PHT, (3) teknik konservasi B2 (bedengan kemiringan 30o), 150 kg Urea/ha + 200 kg ZA/ha + 100kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha + 5 t pupuk organik/ha & Trichoderma + PHT, (4) teknik konservasi C1 (bedengan searah lereng selang seling guludan kontur), 300 kg Urea/ha + 350 kg ZA/ha + 200 kg SP-36/ha + 100 kg KCl /ha + 2,5 t pupuk organik/ha + PHT, (5) teknik konservasi C2 (bedengan searah lereng selang seling guludan kontur), 150 kg Urea/ha + 200 kg ZA/ha + 100 kg SP-36/ha + 50 kg KCl /ha + 5 t pupuk organik/ha & Trichoderma + PHT, (6) teknik konservasi D1 (teras kredit dengan bedengan searah lereng), 300 kg Urea/ha + 350 kg ZA/ha + 200 kg SP-36/ha + 100 kg KCl/ha + 2,5 t pupuk organik/ha + PHT, (7) teknik konservasi D2 (teras kredit dengan bedengan searah lereng), 150 kg Urea/ha + 200 kg ZA/ha + 100 kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha + 5 t pupuk organik/ha & Trichoderma + PHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil umbi tertinggi dengan menerapkan teknik konservasi tanah dijumpai perlakuan bedengan searah lereng selang seling guludan kontur dengan ½ dosis pupuk (150 kg Urea/ha + 200 kg ZA/ha + 100 kg SP36/ha + 50 kg KCl/ha + 5 t pupuk organik/ha & Trichoderma) sebesar 37,7 t/ha umbi kentang ditambah hasil bawang prei 1,54 t/ha yang ditanam pada areal guludan kontur. Hasil umbi kentang yang tinggi di dominasi oleh ukuran umbi yang besar (> 200 g). Dengan teknik konservasi tanah ini dapat mengurangi laju erosi menjadi 26,98 t/ha (turun 34,31%) sehingga mengurangi kehilangan pupuk kimia yang terbawa erosi, dibanding penanaman kentang searah lereng (teknologi petani) yaitu erosi 41,07 t/ha. Selain itu, dengan menerapkan teknik konservasi tanah ini diperoleh keuntungan yang tinggi dan R/C ratio 4,25.

Metrics

  • 192 views
  • 70 downloads

Journal

Jurnal Hortikultura

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikul... see more