Metrics

  • visibility 364 views
  • get_app 401 downloads
description Journal article public Agrimeta

Upaya Peningkatan Daya Saing Subak Dalam Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Dan Pariwisata Kerakyatan Di Kabupaten Buleleng

Cening Kardi
Published 2012

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan: (1) menganalisis penerapan Tri Hita Karana pada kelompok sosial-religius-tradisional Subak di Kabupaten Buleleng; (2) mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan metafisik pertanian dari aspek ritual pertanian dan aspek praktek pertanian yang berbasis ajaran Rwa Bhineda;  (3) menganalisis peranan faktor: penerapan Tri Hita Karana, Otoritas Subak, Sangkepan Subak, Awig-awig Subak, dan hubungan sosial Subak dengan Desa Adat terhadap keberhasilan kegiatan metafisik pertanian; dan (4) berdasarkan hasil poin 1), 2), dan 3) selanjutnya merancang Model revitalisasi metafisik pertanian dalam upaya meningkatkan pertanian berkelanjutan dan pariwisata kerakyatan. Sebagai sampel diambil 25 Subak secara purposive dengan dasar pertimbangan keduapuluh lima Subak tersebut memiliki potensi pariwisata serta konsentrasi pertanian tanaman pangan tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan kegiatan metafisik pertanian masih tergolong sedang. Terdapat beberapa Subak yang memiliki tingkat keberhasilan kegiatan metafisik pertanian pada level: rendah 10 Subak; sedang 13 Subak; dan Tinggi 5 Subak. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap tingkat keberhasilan kegiatan metafisik pertanian adalah Penerapan THK pada Subak, Sangkepan Subak, Awig-awig Subak dan Hubungan sosial Subak-Desa Adat. Sedangkan faktor Otoritas Subak tidak berpengaruh nyata. Dalam upaya Meningkatkan Daya Saing Subak dalam Pengembangan Komoditas Pertanian Berbasisi Organik dan Pariwisata Berbasis Kerakyatan, maka perlu dilakukan: (1) Inventarisasi dan dokumentasi Upacara keagamaan untuk Pertanian; (2) Penguatan berbagai Norma dan Kepercayaan terhadap sawah yang merupaka tempat suci dan magis; (3) Diseminasi filosofi pertanian berbasis Rwa Bhineda; (4) Demplot budidaya tanaman padi berbasis organik dengan pendekatan participatory rural appraisal; dan (5) Peningkatan elemen–elemen di dalam: penerapan Tri Hita Karana, Otoritas Subak, Sangkepan Subak, Awig-awig Subak, dan Hubungan sosial Subak-Desa Adat yang diidentifikasikan kurang/lemah pada forum Subak-Desa Adat.

Full text

 

Metrics

  • visibility 364 views
  • get_app 401 downloads