Pusat Edukasi Biotanikal Di Sulawesi Utara. Implementasi Eko Arsitektur Dalam Desain.

Rizania M. T. Melo • Cynthia E. V. Wuisang • Faizah Mastutie
Journal article Daseng: Jurnal Arsitektur • May 2017 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Sulawesi Utara adalah salah satu daerah yang memiliki kekayaan Keanekaragaman Hayati Ekosistem Flora di kawasan Wallacea. Ekosistem Terestial hutan di Sulawesi Utara saat ini berada dalam kondisi baik, dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia, namun seiring dengan semakin bertambahanya usia tumbuhan dan Perubahaan iklim yang sangat drastis dapat mengancam keberadaan sebuah ekosistem hayati dalam suatu daerah, kekayaan flora tersebut diperkenalkan kepada masyarakat secara luas guna menanggulangi pengrusakan lingkungan. Oleh karena itu maka pusat edukasi botanical merupakan wadah pengenalan flora Sulawesi Utara dengan ditunjang oleh sarana edukasi di dalamnya, sehingga pengenalan ekosistem hutan kepada masyarakat dapat menumbuhakan rasa penghargaan terhadap peran tanaman dalam kehidupan.Perancangan Pusat Edukasi botanikal di Sulawesi Utara ditujukan untuk masyarakat umum peneliti khususnya di Sulawesi Utara agar kehidupan flora dapat memiliki kesempatan bertumbuh dan berkembang biak lebih baik dan bagaimana mengkomunikasikan manusia dengan tanaman secara intim dalam membentuk sebuah hubungan agar timbulnya rasa kesadaran akan pentingnya pelestarian keanekagaraman hayati. Besarnya suatu habitat sangat berpengaruh pada keterbatasan identifikasi, ekplorasi juga pengembangbiakkan tanaman untuk itu perlu dihairkannya ekosistem buatan yang dapat wadah penghasil informasi bagi setiap spesies tumbuhan dari berbagai daerah dan dunia. Kemudian bagaimana sistem kontrol terhadap iklim yang berperan sebagai kelangsungan hidup tumbuhan, dalah satu di dalamnya adalah respon tapak terhadap sirkulasi udara dan cahaya. Dari permasalahan yang ada tema Eko-Arsitektur adalah yang menjadi solusi karena tema merupakan bagian dari arsitektur lingkungan dengan permasalahan dari setiap dampak negatif yang di timbulkan dari Perubahan Iklim. Dengan menggunakan media komunikasi berupa dome conservatory yang menyediakan display tanaman dari berbagai daerah di Indonesia, juga dari berbagai iklim di dunia, display rumah kaca dengan display tanaman hpengembangbiakkan secara hidroponik, juga untuk mempercepat penyerbukan dalam tanaman. Sistem ini juga dapat menjadi sarana komunikasi antar manusia dan tumbuhan karena adanya wahana edukasi habitat tumbuhan secara langsung.

Metrics

  • 333 views
  • 326 downloads

Journal

Daseng: Jurnal Arsitektur

Daseng: Jurnal Arsitektur adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Sen... see more