Metrics

  • visibility 960 views
  • get_app 2637 downloads
description Journal article public Agrimeta

Upaya Meningkatkan Potensi Kesuburan Tanah Lahan Marginal Di Kawasan Bali Timur Melalui Bioteknologi Biofertilisasi Antara Mikoriza Dengan Pupuk Kandang Dan Kascing

I. Ketut Widnyana
Published 2011

Abstract

Kabupaten Karangasem dengan luas wilayah 83.954 Ha. Hanya memiliki lahan sawah beririgasi teknis seluas 7.059 Ha. (8,41 %) dan lahan kering paling luas di daerah Bali bagian timur yaitu seluas 76.868 Ha. (91,56 %). Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 kecamatan dan dari 8 kecamatan yang ada tersebut, kecamatan Kubu dan kecamatan Abang memiliki lahan kering terluas yaitu masing-masing seluas 23.472 Ha. dan 12.658 Ha., selanjutnya disusul dengan kecamatan Rendang seluas 9.987 Ha., kecamatan Karangasem seluas 7.817 Ha., kecamatan Selat seluas 7.200 Ha., kecamatan Bebandem seluas 7.127 Ha., kecamatan Manggis seluas 6.395 Ha., dan kecamatan Sidemen seluas 2.2123 Ha. Lahan kering bermasalah (marginal) dari segi kesuburan dan curah hujan yang rendah sebagian besar ditemukan di kecamatan Kubu, Abang, dan Karangasem (Bappeda Karangasem dan Puslit Teknologi dan Seni UNUD, 2003). Secara agroekosistem lahan kering mempunyai karakter lebih labil dibandingkan lahan sawah. Secara umum beberapa karakteristik lahan kering adalah topografi umumnya tidak datar, rentan terhadap erosi, system USAhatani beragam sehingga agak sulit dalam pengelolaan lahan, ketergantungan terhadap iklim sangat besar, unsure hara terbatas.Sumber daya alam di lahan kering dapat pulih dengan beberapa teknologi dan teknik pengelolaan yang benar dan konsisten dari pengelolanya, walaupun memang memerlukan waktu yang relatif agak lama. Disamping itu kondisi penduduk terutama petani yang relatif miskin harus digarap juga dengan cara memberikan pembinaan dan bimbingan secara terus menerus untuk mengelola lahannya dengan baik agar dapat memberikan menfaat yang lebih untuk kehidupan mereka.Salah satu USAha yang dapat dilaksanakan adalah peningkatan kesuburan tanah dengan pemberian pupuk yang mudah tersedia dan berkadar tinggi Akan tetapi pemberian pupuk kimia atau anorganik untuk mempercepat proses peningkatan kesuburan tanah hanya akan meningkatkan kesuburan kimia tanah saja, sedangkan kesuburan fisik tanah akan tetap rendah dan bahkan kesuburan biologi tanah akan tertekan atau aktivitas mikroorganisme tanah yang membantu peningkatan kesuburan tanah akan terhenti dengan adanya pupuk kimia (anorganik) yang tinggi (Food and Fertilizer Technology Center, 2003). Seperti diketahui bahwa lahan marginal adalah lahan yang rendah potensi dan produktivitasnya dari semua segi kesuburan tanahnya baik dari segi kimia,fisik maupun biologi tanah dan disamping itu juga pada keterbatasan tersedianya air (Suprapto, dkk, 2000), sehingga untuk menangani kesuburan lahan marginal agar potensi kesuburannya meningkat, maka perlu diambil langkah – langkah yang bijak untuk mengatasi kendala kendala yang ada. Langkah – langkah yang bijak untuk mengatasi ketiga kendala aspek kesuburan tanah lahan marginal tersebut adalah dengan pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang dan kascing serta pupuk hayati mikorizaPaket rekayasa bioteknologi biofertilisasi antara mikoriza dengan pupuk kandang dan kascing untuk meningkatkan potensi kesuburan tanah lahan marginal cukup ideal dapat dilaksanakan karena akan mendukung ketiga aspek kesuburan tanah yaitu kesuburan kimia, fisik dan biologi tanah. Aplikasi miko-riza, pupuk kandang dan kascing ke dalam tanah lahan marginal akan berpengaruh terhadap (Parr et al., 2003; Herman dan Goenadi, 2003; Pujiyanto, 2001; Wiswasta, 2001):Aspek fisik tanah yang meliputi struktur dan tekstur tanah, tanah akan menjadi gembur. Adanya bahan organik yang cukup dari pupuk kandang dan kascing maka pada tanah yang berkadar pasir tinggi. Air tidak akan mudah hilang meresap karena ditahan oleh bahan organik tersebut dan pada tanah berkadar liat tinggi, air tidak mudah tergenang karena tanah menjadi penuh dengan adanya bahan organik tersebut. Mikoriza juga mempunyai sifat menyimpan air pada musim kemarau.Aspek biologi tanah, tersedianya bahan organik yang cukup di dalam tanah akan meningkatkan aktivitas dan perkembangbiakan mikroorganisme tanah yang menguntungkan yang membantu meningkatkan kesuburan tanah.Aspek kimia tanah, aktivitas dan perkembangbiakan mikroorganisme akan membantu mendegradasi molekul – molekul bahan organik menjadi unsur – unsur yang dapat meningkatkan kesuburan tanah sehingga tersedia bagi tanaman.Paket bioteknologi biofertilisasi ini telah banyak diteliti dan dicoba baik di luar maupun di dalam negeri untuk mengembalikan kesuburan tanah lahan kering (marginal) seperti lahan lahan transmigrasi yang telah lama terbuka agar berdaya guna dan berhasil guna. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah lahan marginal yang selanjutnya akan meningkatkan pendapatan petani dengan pemanfaatan limbah peternakan ( kotoran ternak ) atau kascing ( hasil degradasi sampah bahan organik oleh cacing tanah ) dan dengan inokulasi mikoriza melalui penerapan paket bioteknologi biofertilisasi

Full text

 

Metrics

  • visibility 960 views
  • get_app 2637 downloads