Pengaruh Pemberian Misoprostol 25 µG Peroral Ambulatoir Pada Tenggat Waktu Persalinan Wanita Hamil > 40 Minggu Resiko Rendah

Mariana Paristiwati Trihastuti • Bangun Trapsila Purwaka
Journal article Majalah Obstetri dan Ginekologi • Апрель 2015

Download full text
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstract

Tujuan: Mengukur pengaruh misoprostol 25 µg per oral ambulatoir terhadap interval persalinan wanita hamil risiko rendah.Bahan dan Metode: Penelitian acak, tersamar ganda, menggunakan plasebo yang membandingkan 25 µg rawat jalan secara lisan misoprostol dengan plasebo pada wanita hamil risiko rendah yang tidak melahirkan selama > 40 minggu. Setiap subjek menerima 25-mg misoprostol per oral3x/hari dan diulang setiap 36 jam jika masih belum persalinan, dengan dosis maksimum 9 dosis. Setelah pemberian obat, pasien diperbolehkan menjalani persalinan spontan kecuali terdapat indikasi untuk induksi.Hasil: Dua puluh satu wanita hamil dimasukkan secara acak dalam setiap kelompok untuk mendapatkan misoprostol dan placebo. Indikator utama hasil: interval persalinan, skor Apgar dan insidens operasi caesar. Analisis statistik dilakukan dengan uji Student t, 2, dan Mann-Whitney U, dengan P <0,05 dianggap signifikan secara statistik. Interval rata-rata dari dosis awal hingga persalinan secara signifikan lebih rendah pada kelompok misoprostol, 74,23 ± 54,42 dibandingkan dengan 200,97 ± 118,05 jam (P = 0,000). Tidak ada perbedaan dalam skor Apgar menit pertama (P = 0.713) dan menit kelima (P = 0.655). Tiga subjek dari kelompok misoprostol menjalani operasi caesar karena alasan obstetri, tapi tidak ada pasien mengalami hiperstimulasi atau memerlukan persalinan sesar untuk penilaian janin yang meragukan selama induksi. Namun, karena ukuran sampel yang kecil, efek samping seringkali terlewatkan.Simpulan: misoprostol 25-g per oral ambulatoir efektif dan aman dalam menurunkan tenggat waktu persalinan wanita usia kehamilan > 40 minggu.

Metrics

  • 19 views
  • 3 downloads