Pengaruh Prestrain Bertingkat Terhadap Kekerasan Dan Kekuatan Tarik Baja Karbon Sedang

Zulhanif Zulhanif
Journal article Mechanical: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin • 2012

Download full text
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstract

Prestrain adalah suatu gejala deformasi plastis yang terjadi pada material logam, dimana material yang mengalami beban tarik dengan besar tegangan yang terjadi di atas tegangan luluh (syield) dari material logam tersebut. Efek prestrain akan meningkatkan tegangan luluh dan tegangan tarik material. Tegangan tarik dapat meningkat karena tegangan yang dibutuhkan untuk menimbulkan deformasi plastis ditingkatkan dengan prestrain. Regangan awal yang diberikan terhadap material akan mengakibatkan gerakan dislokasi sehingga menyebabkan pengerasan-regang. Pengerasan-regang banyak digunakan untuk mengeraskan logam atau paduan yang tidak bereaksi terhadap perlakuan panas.Material yang digunakan yaitu baja karbon sedang. Setelah material dibentuk, material tersebut di uji tarik sehingga didapat grafik stress – strain dan load – displacement. Dari grafik tersebut dapat dicari nilai prestrain 3 %, 5 %, 7%, dan 6 %, 10 %, 14 %. Spesimen dipasang pada alat uji dan dijepit sehingga spesimen tidak bergeser pada saat pemberian beban tarik. Pada pengujian prestrain sekali diukur pada prestrain 3%, 5 %, 7 % dan 6 %, 10 %, 14 %. Setelah itu dibiarkan selama 1 hari, kemudian dilakukan pengujian tarik. Dari pengujian tarik ini akan didapatkan tegangan-regangan sehingga diperoleh data-data sy (MPa), sult (MPa), dan ε (%). Nilai uji tarik material sult akan dapat diketahui dengan melihat kertas grafik dari hasil pengujian spesimen. Sedangkan untuk prestrain dua kali diukur pada prestrain 3%, 5 %, 7 %. Setelah itu dibiarkan sampai setengah hari, kemudian di prestrain 3%, 5 %, 7 %. Selanjutnya dibiarkan sampai hari besoknya, kemudian dilakukan pengujian tarik. Dari pengujian tarik ini akan didapatkan tegangan-regangan sehingga diperoleh data-data sy (MPa), sult (MPa), dan ε (%).Hasil pengujian yang didapatkan untuk spesimen yang diberi perlakuan prestrain, mengalami peningkatan nilai kekerasan dan kekuatan tariknya. Peningkatan nilai kekuatan tarik tertinggi terjadi pada prestrain 14 % sekali, sebesar 669,57 MPa (8,20%).sedangkan yang terendah terjadi pada prestrain 3 % sekali, sebesar 626,89 MPa(1,30%).

Metrics

  • 56 views
  • 33 downloads