Metrics

  • visibility 1225 views
  • get_app 653 downloads
description Journal article public Acta Diurna

Fenomena Komunikasi Keluarga Tradisional dan Keluarga Modern dalam Membentuk Kepribadian Anak di Kelurahan Bahu

Reginal Kansil, J. P. M. Tangkudung, N. N. Mewengkang
Published 2017

Abstract

Identifikasi masalah adalah bagaimana komunikasi keluarga tradisional dalam membentuk kepribadian anak di kelurahan Bahu. kemudian bagaimana komunikasi keluarga modern dalam membentuk kepribadian anak di kelurahan Bahu. Menggunakan landasan teori fenomenologi. Mendapatkan kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut : (1) Fenomena komunikasi keluarga tradisional dalam membentuk kepribadian anak di kelurahan Bahu kecamatan Malalayang kota Manado memberikan hasilkan perbedaan seperti yang ada pada pengkategori keluarga tradisional yaitu keluarga yang sifatnya laissez-fair dimana sang anak tidak memiliki kebebasan dalam menentukan sikap melainkan orang tua yang lebih dominan dalam mengarahkannya, sehingga komunikasi yang terjadi antara orang tua dan anak sangat rendah. Dan hasil penelitian yang didapat ialah komunikasi yang baik dan lancar antara orang tua dan anaknya, dan juga memiliki hubungan yang terbuka dari anak kepada orang tua (khususnya ibu) begitupun sebaliknya. Ini di karenakan orang tua memiliki waktu yang banyak dalam berinteraksi dengan sang anak sejak ia kecil sampai saat ini (beranjak dewasa) hingga berusaha untuk memenuhi keingan dari sang anak (jika bisa dipenuhi). Perbedaan Ini dikarenakan pada keluarga tradisional sudah mulai terpengaruh akan budaya modern yang ada di sekitarnya dan orang tua mulai mengerti tentang apa yang menjadi kesukaan atau minat dari sang anak di tengah-tengah lingkungan bermain atau bergaulnya. (2).Fenomena komunikasi keluarga modern dalam membentuk kepribadian anak di kelurahan Bahu kecamatan Malalayang kota Manado menghasilkan komunikasi yang baik dan juga sifatnya terbuka atau bersahabat antara orang dan anaknya, ini dikarenakan orang tua berusaha menjalinnya dengan baik sejak anaknya kecil hingga saat ini meskipun dalam kodisi atau kurang memiliki waktu bersama yang banyak karena pekerjaan dengan tetap melakukan komunikasi untuk bisa berinteraksi dengan anaknya melalui media seperti telepon ataupun media sosial.(3).Pembentukan kepribadian anak baik dalam keluarga tradisional dan keluarga modern keduanya cenderung menghasilkan bentuk pribadi yang baik, meskipun ada pada cara didik atau pembentukan kepribadian yang di terapkan oleh keluarga modern menghasilkan bentuk kepribadian negatif, tetapi hasil yang lebih juga di hasilkan oleh cara pembentukan kepribadian oleh keluarga tradisional. Pada keluarga tradisional orang tua melakukan didikan dengan cara yang tegas dan keras dengan menerapkan aturan-aturan kepada anaknya dengan maksud dan tujuan agar tidak salah dalam mengambil sikap atau memilih teman dalam bergaul sampai pada keinginan atau kebutuhan anak yang berusaha di penuhi juka bisa untuk dipenuhi. Berbeda dengan keluarga modern yang menerapkan dan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan anaknya hingga dalam menentukan sikap untuk memilih teman dalam bergaul, orang tua sudah terlebih dahulu memberikan gambaran-gambaran atau contoh-contoh disekitar kepada anaknya akibat mereka nantinya salah dalam memilih teman bergaul dengan begitu orang tua menerapkan juga kepada anaknya untuk tahu dan bisa membagi waktu dalam kesehariannya agar menjadi anak yang berkepribadian baik

Full text

 

Metrics

  • visibility 1225 views
  • get_app 653 downloads