Metrics

  • visibility 406 views
  • get_app 607 downloads
description Journal article public Jurnal Kependidikan IAIN Purwokerto

Pendidikan Karakter Di Indonesia: Antara Asa Dan Realita

Sutrimo Purnomo
Published 2014

Abstract

The implementation of character education for a nation is an absolute thing that must be realized, including in Indonesia. This is because the purpose of education is to form the character of the noble human being. A nation that has qualified generation supported with their good morals will be a great nation, be upheld by other nations, and become a prosperous nation. Character development was nationally declared by Susilo Bambang Yudhoyono in 2010 with the hope that the quality of Indonesian human character would increase. Over time, however, it turns out that the reality is far from the hope. Many immoral conducts are conducted by students. This indicates that the implementation of character education in Indonesia has not been entirely successful. The problem is actually not on the values of the characters that are offered, but it is on the process of conveying and transferring the character that needs to be repaired and upgraded in order to be more effective. In addition, all educators and people in general need to understand the urgency and the concept of character education in order to have clear and definite direction when implementing this character education. Therefore, there should be an effective character education as an alternative solution in dealing with problems of character education in this country. This is really needed to achieve its goal to create a good quality young people both in moral and intellectual and to achieve nation dignity. Pelaksanaan pendidikan karakter bagi suatu bangsa merupakan hal mutlak yang harus diwujudkan termasuk Indonesia, karena tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk insan yang berakhlak mulia. Ketika suatu bangsa memiliki generasi yang berkualitas yakni dengan akhlak mereka yang baik, maka bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang besar, dijunjung tinggi oleh bangsa lain, dan menjadi bangsa yang sejahtera. Pembangunan Karakter secara nasional dideklarasikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010 dengan harapan kualitas karakter manusia Indonesia semakin meningkat. Namun seiring berjalannya waktu ternyata realita berbicara lain. Justru kini banyak terjadi tindakan amoral yang pelakunya berasal dari kalangan pelajar. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter di Indonesia belum sepenuhnya berhasil. Permasalahannya bukan pada nilai-nilai karakter yang ditawarkan, akan tetapi proses menyampaikan dan mentransfer karakter itulah yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar dapat berjalan dengan efektif. Selain itu, setiap pendidik atau masyarakat pada umumnya perlu untuk memahami urgensi dan konsep pendidikan karakter agar pada saat mentransfer karakter tersebut telah memiliki arah yang jelas dan pasti. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendidikan karakter yang efektif sebagai solusi alternatif dalam menghadapi permasalahan pendidikan karakter di negeri ini sehingga tujuan pendidikan karakter yang diharapkan yakni demi tercipta generasi muda yang berkualitas baik secara moral maupun intelektual serta bisa menjadi bangsa yang bermartabat dapat tercapai.

Full text

 

Metrics

  • visibility 406 views
  • get_app 607 downloads