Metrics

  • visibility 6 views
  • get_app 5 downloads
description Journal article public Profisiensi

Penentuan Konsumsi Oksigen (Vo2) Maksimal Terpapar Temperatur Determination of Oxygen Consumption (Vo2) Maximum of Exposure Temperature

Annisa Purbasari
Published 1 Haziran 2016

Abstract

Hubungan yang sinergis antara prinsip-prinsip ergonomi dan faal olahraga bertujuan untuk tercapainya atlet berprestasi dan berproduksi secara maksimal. Performansi atlet yang tinggi dapat dicapai melalui hubungan yang seimbang antara beban, kapasitas fisik, dan lingkungan. Salah satu pendekatan untuk mengetahui performansi fisik atlet melalui pengukuran VO2max terpapar temperatur. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan konsumsi oksigen (VO2)maksimal yang terpapar temperatur, mengetahui pengaruh variasi temperatur lingkungan terhadap kapasitas fisik (VO2) maksimal dan hubungan Rating of Perceived Excertion pada Skala Borg dengan denyut jantung terpapar variasi temperatur. Penelitian untuk penentuan VO2max dengan diberikan dua perlakuan temperatur yaitu pada WBGT 25,5±1,7oC dan WBGT 32,9±1,7oC. Subyek yang terlibat untuk penentuan VO2max sebanyak 10 orang laki-laki, usia 18-25 tahun, menggunakan pakaian tropis 0,3 clo dan melakukan aktivitas berlari di treadmill (jogging). Penentuan VO2max dilakukan dengan protokol maximal test. Analisis penelitian ini dilakukan uji statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa VO2 max pada WBGT 25,5±1,7oC sebesar 2,466±0,419 L/min dan nilai VO2 max pada WBGT 32,9±1,7oC sebesar 2,466±0,327 L/min. Variasi temperatur pada WBGT 25,5±1,7oC tidak menunjukkan perbedaan VO2 max dan VO2 max relatif terhadap berat badan yang bermakna dengan variasi temperatur pada WBGT 32,9±1,7oC. Untuk penilaian indikator subjektif dengan Borg's RPE Scale, hasilnya menunjukkan rata-rata skala RPE pada kedua temperatur normal (WBGT 25,5±1,7oC) dan temperatur panas (WBGT 32,9±1,7oC) adalah sama (tidak berbeda) sehingga dapat dinyatakan bahwa kenaikan temperatur tidak mempengaruhi hubungan rata-rata RPE dan Denyut Jantung (DJ). Kata kunci: Borg's RPE Scale, Konsumsi oksigen maksimal (VO2max), performansi atlet, temperatur lingkungan A synergistic relationship between the principles of ergonomics and sports physiology aims to achieve outstanding athlete and produce optimally. High performance athletes can be achieved through a balanced relationship between load, physical capacity, and the environment. One of approach to determine the physical performance of athletes through exposure to temperature measurement VO2max. The purpose of this study to determine the oxygen consumption (VO2) is exposed to the maximum temperature, determine the influence of environmental temperature variations of the physical capacity (VO2) maximum and Rating of Perceived relationship Excertion on the Borg Scale heartbeat exposed to temperature variations. The research to determine VO2max using two treatments given temperature that is at WBGT 1,7oC ± 25.5 and 32.9 ± 1,7oC WBGT. The subjects involved in the determination of VO2max as many as 10 men, aged 18-25 years, using tropical clothing 0.3 clo and activities running on a treadmill (jogging). Determination of VO2max performed with maximal test protocol. This research analyzes performed statistical tests. The results of this study indicate that the WBGT VO2 max of 25.5 ± 1,7oC of 2.466 ± 0.419 L / min and max VO2 on the WBGT value of 32.9 ± 1,7oC amounted to 2.466 ± 0.327 L / min. The temperature variation on WBGT 25.5 ± 1,7oC showed no difference in VO2 max VO2 max and relative to body weight significantly with temperature variation on WBGT 32.9 ± 1,7oC. For the assessment of subjective indicators with Borg's RPE Scale, the results showed an average RPE scale in both normal temperature (WBGT 25.5 ± 1,7oC) and hot temperature (WBGT 32.9 ± 1,7oC) are the same (not different) so it can be stated that the temperature rise does not affect the relationship of the average RPE and heartbeat (DJ).

Full text

 

Metrics

  • visibility 6 views
  • get_app 5 downloads