Metrics

  • visibility 892 views
  • get_app 433 downloads
description Conference paper public Seminar Nasional Teknologi Pendidikan 2014

Pengembangan Nilai-nilai Karakter Mahasiswa melalui Mata Kuliah Kewirausahaan

Sudarmiani Sudarmiani
Published 2014

Abstract

Pendidikan karakter pada saat ini menjadi isu utama pendidikan, karena menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa. Pendidikan karakter pun juga diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Konsep pendidikan karakter menurut Thomas Lickona terdapat 9 pilar utama pendidikan karakter yang saling berkaitan, yaitu ; tanggungjawab, rasa hormat, keadilan, keberanian, kejujuran, kewarganegaraan, disiplin diri, peduli, dan ketekunan.Masuknya mata kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa baik di LPTK maupun non LPTK diharapkan mampu mengurangi tingginya angka pengangguran, khususnya dari kalangan terdidik (sarjana dan diploma). Melalui mata kuliah diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda bangsa tangguh, yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri sebagai wirausahawan muda.Kewirausahaan secara sederhana diartikan sebagai proses di mana seorang wirausahawan (entrepreneur) menciptakan dan mengembangkan Perusahaan, sedangkan entrepreneur adalah orang yang menciptakan dan mengembangkan Perusahaan (Dabson, 2005). Dalam definisi tadi, unsur prosesmenciptakan dan mengembangkan dapatmerupakan perpaduan antara karakter dan kemampuan teknis seorang wirausahawan. Dalam hal ini Timmons dan Stevenson (dikutip oleh Henry, 2005) menjelaskan bahwa kemampuan teknis seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, sistem informasi manajemen dan berfikir kritis bisa diajarkan di kelas secara formal. Akan tetapi kemampuan lainnya atau dapat dikategorikan sebagai karakter wirausahawan seperti kemampuan menilai, keberanian mengambil resiko, mengatasi orang lain, kesabaran dan tanggung jawab tidak dapat diajarkan secara langsung melainkan melaui suatu kegiatan yang berhubungan dengan masalah yang riil. Kewirausahaan menurut Schumpeter seperti dikutip oleh Heinonen dan Poikkijoki (2006) lebih menitikberatkan pada proses atau perilaku wirausaha. Dengan demikian pada tahap aplikasi kegiatan program pendidikan kewirausahaan sudah selayaknya mengkondisikan mahasiwa pada situasi yang menuntut dan merangsang mahasiswa untuk melatih fungsi-fungsi kewirausahaan di atas. Sehingga pelaksanaan perkuliahan tidak hanya dalam bentuk klasikal pengajaran teori di dalam kelas di mana mahasiswa umumnya merupakan peserta yang pasif, tetapi setiap proses pembelajaran supaya efektif peserta didik atau mahasiswa harus terlibat di dalam pengalaman belajarnya(praktek kewirausahaan). Melalui praktek kewirausahaan mahasiswa, dapat ditanamkan nilai-nilai karakter seorang calon wirausaha yang harus mempunyai karakter tanggungjawab, keberanian, kejujuran, disiplin diri, dan tekun dalam berusaha.Dengan demikian mata kuliah kewirausahaan merupakan sarana yang tepat untuk pengembangan nilai-nilai karakter mahasiswa agar mempunyai rasa tanggung-jawab, keberanian mengambil resiko, sikap disiplin, pekerja keras, jujur, dan tekun untuk meraih kesuksesan.

Full text

 

Metrics

  • visibility 892 views
  • get_app 433 downloads