Recently Published
Most Viewed
Journal article

Paradigma Sosial dalam Masyarakat

Paradigma sosial merupakan kerangka berpikir dalam masyarakat yang menjelaskan bagaimana cara pandang terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan terhadap ilmu atau teori yang ada. Paradigma ini juga menjelaskan bagaimana meneliti dan memahami suatu masalah, serta kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah. Secara umum, paradigma diklasifikasikan dalam 2 kelompok yaitu kuantitatif dan kualitatif. Masing-masing paradigma atau pendekatan ini mempunyai kelebihan dan juga kelemahan, sehingga untuk menentukan pendekatan atau paradigma yang akan digunakan dalam melakukan penelitian tergantung pada beberapa hal di antaranya: jika ingin melakukan suatu penelitian yang lebih rinci yang menekankan pada aspek detail yang kritis dan menggunakan cara studi kasus, maka pendekatan yang sebaiknya dipakai adalah paradigma kualitatif. Jika penelitian yang dilakukan untuk mendapat kesimpulan umum dan hasil penelitian didasarkan pada pengujian secara empiris, maka sebaiknya digunakan paradigma kuantitatif, dan jika penelitian ingin menjawab pertanyaan yang penerapannya luas dengan obyek penelitian yang banyak, maka paradigma kuantitaif yang lebih tepat, dan jika penelitian ingin menjawab pertanyaan yang mendalam dan detail khusus untuk satu obyek penelitian saja, maka pendekatan naturalis lebih baik digunakan.
Journal article

Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam (Sejarah Lahir, Sistem Pendidikan, dan Perkembangannya Masa Kini)

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia sampai sekarang tetap memberikan kontribusi penting di bidang sosial keagamaan. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akar kuat (indigenous) pada masyarakat muslim Indonesia, dalam perjalanannya mampu menjaga dan mempertahankan keberlangsungan dirinya (survival system) serta memiliki model pendidikan multi aspek. Berdasarkan bangunan fisik atau sarana pendidikan yang dimiliki, pesantren mempunyai lima tipe berdasarkan ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki pesantren itu sendiri. Sedangkan berdasarkan kurikulum, pesantren terbagi tiga, yaitu pesantren tradisional (salafiyah), pesantren modern (khalaf atau asriyah) dan pesantren komprehensif (kombinasi). Pesantren memiliki lima unsur atau elemen, yaitu masjid, kyai, pondok, santri, dan pengajian kitab kuning (tafaqquh fi al-din).
Suggested For You
Conference paper

Morfologi Trema Orientalis (L.) Blume dan Manfaatnya sebagai Tanaman Pionir Restorasi Tambang Nikel

Pertambangan nikel merupakan penambangan terbuka yang meninggalkan kondisi ekosistem dan tapak yang rusak. Perlu dilakukan restorasi agar dapat kembali atau mendekati ekosistem sebelumnya. Bagian penting dari restorasi diantaranya adalah revegetasi menggunakan tumbuhan lokal. Salah satu jenis lokal yang diketahui tumbuh secara alami di sekitar areal penambangan nikel di Sulawesi adalah Trema orientalis (L.) Blume. Agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, perlu diketahui mengenai morfologinya seperti alat hara (akar, batang, dan daun) dan alat perkembangbiakan (bunga, buah dan biji). Areal pengamatan pada daerah pasca tambang nikel dan sekitarnya di Konawe Utara menunjukkan bahwa T. orientalis tumbuh pada ketinggian 100 – 135 mdpl, keadaan topografi datar sampai curam dengan kemiringan berkisar 15-45 %. Akar T. orientalis berupa akar tunggang (radix primaria), batang berkayu (lignosus) dengan tinggi pohon dapat mencapai 10 – 25 m dan diameter 5-30 cm, daun tunggal (folium simplex), bunga berada pada ketiak daun (flos lateralis) yang membentuk malai (panicula), buah sejati tunggal berdaging (carnosus) dan ukuran biji berkisar antara 1,5 – 2,5 mm dengan berat rata-rata 1,5 mg. T. orientalis tergolong sebagai jenis intoleran, dapat tumbuh dan beregenerasi dengan baik di daerah terbuka, dapat berproduksi generatif (berbunga dan berbuah) pada usia muda, merupakan pakan burung sehingga pemencarannya cukup luas dan bersimbiosis dengan Fungi Mikoriza Arbuskula. T. orientalis adalah salah satu jenis fast growing species yang potensial digunakan sebagai tanaman pionir untuk merestorasi lahan kritis, khusunya lahan bekas tambang nikel. Diketahuinya morfologi T. orientalis diharapakan dapat dijadikan informasi dalam mengidentifikasi jenis di lapangan maupun sebagai pertimbangan dalam melakukan teknik budidayanya.
Journal article

Arti Pentingnya Pernikahan

Journal article

Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (Model Pengukuran Risiko Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan)

Journal article

Arti Pentingnya Pernikahan

Journal article

Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (Model Pengukuran Risiko Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan)

Read more articles