Perbandingan Pengaruh Latihan Daya Tahan Aerobik Dengan Parameter Laktat Dan Denyut Nadi

Iwan Budiman
Journal article Maranatha Journal of Medicine and Health • 2006

Download full text
(Bahasa Indonesia, 7 pages)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh latihan daya tahan aerobik yang memakai parameter metabolisme, yaitu laktat darah dan latihan aerobik yang memakai parameter kardiovaskuler, yaitu denyut nadi saja.Naracoba terdiri dari 54 siswa SMU putera dengan rata-rata umur 18,1 tahun (s = 0,94) dan rata-rata berat badan 53,7 kg (s = 6,09). Pembagian naracoba menjadi 2 grup dilakukan secara acak.Perlakuan diberikan secara acak, sehingga grup A dilatih dengan LLK (Lari Lambat Kontinu) yang memakai denyut nadi pada kadar laktat darah 3-4 mmol/l, sedangkan grup B dilatih dengan LLK yang memakai indikator denyut nadi 130-150 per menit.Denyut nadi pada kadar laktat darah 3-4 mmol/l diperoleh dengan interpolasi pada kurva antara denyut nadi dengan kadar laktat darah.Latihan dilakukan 4 kali dalam seminggu selama 8 minggu, setelah minggu ke 4 grup A diperiksa kembali denyut nadi pada kadar laktat darah 3-4 mmol/l untuk digunakan sebagai intensitas latihan 4 minggu berikutnya, sedangkan intensitas latihan kelompok B tetap memakai denyut nadi 130 – 150 per menit.Data yang diukur sebelum dan setelah program latihan adalah kapsitas aerobik, denyut nadi pada ambang anaerobik, waktu tempuh lari 5000 meter.Data grup A setelah latihan adalah : rata-rata kapasitas aerobik 52.13 ml/kg berat badan/menit (s = 2.889); rata-rata denyut nadi pada ambang anaerobik 153.8 per menit (s = 5.89); rata-rata waktu tempuh lari 5000 meter 1498.45 detik (s = 164.044).Data grup B setelah latihan adalah : rata-rata kapasitas aerobik 48,91 ml/kg berat badan/menit (s = 2.705); rata-rata denyut nadi pada ambang anaerobik 148.4 per menit (s = 7.88); rata-rata waktu tempuh lari 5000 meter 1635,38 detik (s = 174,309).Hasil uji beda rata-rata kapasitas aerobik, denyut nadi pada ambang anaerobik, waktu tempuh lari 5000 meter grup A dan grup B setelah latihan dengan uji “t” tidak berpasangan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p < 0,05). Hal ini menunjukan latihan aerobik yang memakai parameter laktat lebih besar meningkatkan kapasitas aerobik, denyut nadi pada ambang anaerobik, dan performansi lari 5000 meter daripada yang memakai parameter denyut nadi saja.Direkomendasikan penggunaan parameter laktat sebagai indikator latihan yang bersifat aerobik maupun latihan yang bersifat anaerobik.

Metrics

  • 255 views
  • 42 downloads

Journal

Maranatha Journal of Medicine and Health

Journal of Medicine and Health (JMH) is a biannual open access and peer-reviewed journal. JMH pub... see more