Potensi Mikoriza Glomus dan Gigaspora Spesifik Lokasi Lahan Marjinal dalam Budidaya Tanaman Sayuran untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan

Eny Rokhminarsi • Begananda Begananda • Darini Sri Utami
Conference paper Seminar Nasional "Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II" • Листопад 2012 Індонезія

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

Lahan kering marjinal di Indonesia mempunyai potensi besar dengan luas mencapai sekitar 48,3 juta hektar dengan tingkat produktivitas yang rendah. Untuk itu jika kesuburannya dapat ditingkatkan sangat berpotensi dalam mengendalikan stabilitas produksi pertanian. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dalam bentuk penelitian in planta. Pada penelitian pertama telah diperoleh jamur mikoriza spesifik lokasi lahan marginal dari rizosfer tanaman hortikultura. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi mikoriza Glomus dan Gigaspora spesifik lokasi dalam budidaya tanaman sayuran. Pengujian berupa percobaan faktorial 3 x 3 pada tanaman pakcoy dan tomat. Faktor yang dicoba: 1) Genus mikoriza dalam formula : M1 = Glomus, M2 = Gigaspora, M3 = Glomus dan Gigaspora, 2) pengurangan pupuk N, P dan K, P0 = pengurangan 0% (dosis rekomendasi), P1 = pengurangan 25% dari dosis rekomendasi, P2 = pengurangan 50% dari dosis rekomendasi Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang semuanya dialokasikan ke dalam unit percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial yang diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dan uji banding ganda dengan DMRT 5% dan regresi. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman,bobot buah,jumlah buah, volume buah, bobot tajuk, jumlah bunga (tomat), bobot daun (pakcoy), jumlah daun, luas daun, volume akar, dan bobot akar (tomat dan pakcoy). Hasil penelitian untuk bobot buah tomat per tanaman menunjukkan bahwa pengurangan pupuk urea-SP36-KlL 25%, 50% dan 50 % dari dosis anjuran, masing-masing untuk Genus mikoriza Glomus, M2 = Gigaspora, M3 = Glomus dan Gigaspora, berturut-turut meningkatkan hasil buah tomat berturut-turut sebesar 41,85%, 24,37 % dan 106,23%, sedangkan hubungan antara keduanya berturut-turut dalam bentuk. Y= 396,66 +13,66 X - 0,2811 X2, Y=395,33 -13,42 X + 0,30 X2 ,dan Y= 233,05 +11,70 X Hasil penelitian untuk pakcoy menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati mikoriza Glomus dan Gigaspora secara mandiri memberikan jumlah daun dan bobot basah daun paling baik.

Metrics

  • 182 views
  • 477 downloads

Conference

Seminar Nasional "Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II"

  • Konferensi di Purwokerto, Індонезія pada tahun 2012
  • 56 articles

Seminar Nasional "Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II” was held... see more