Metrics

  • visibility 119 views
  • get_app 31 downloads

Model Pengembangan Kurikulum Kewirausahaan Berbasis Vokasi

Billy M. H. Kilis
Published Травень 2010

Abstract

Bidang vokasi merupakan bidang pengetahuan yang spesifik dan berada ditengah-tengahmasyarakat, berkembang dan bertumbuh sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat itu sendiri.Oleh karena itu pemilihan substansi kurikulum tergantung pada sedikitnya tiga hal yaitu kebutuhanindividu, ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kebutuhan masyarakat. Kini semua bidang vokasi tidakakan berkembang bila tidak didukung oleh sikap kewirausahaan individu. Artinya bidang tersebut tidakakan diminati, tergilas dengan perkembangan dan akhirnya akan mati dengan sendirinya. Oleh karena itusetiap bidang vokasi harus selalu ditautkan dengan bagaimana Kenyataan dalam kewirausahaan nantidan dipersiapkan sedini mungkin ketika individu mulai mengenal substansi vokasi. Pada pengembangankurikulum selain ketiga hal tersebut juga dipertimbangkan orientasi vokasi dan aspek didaktik. Jiwa dansemangat harus ditanamkan bersamaan dengan jenis vokasi yang digelutinya. Disisi lain kinerja siswadalam pelaksanaan kurikulum harus memberikan gambaran tingkat produktivitas kerja. Karenaproduktivitas berkaitan dengan pendidikan, motivasi dan ketrampilan yang dimilikinya( Sedarmayanti.2009: 206). Tugas perencana pendidikan dalam mengembangkan kurikulum harus pulamempertimbangkan aspek-aspek kewirausahaan baik dalam konsep kurikulum, merancang modelkurikulum kewirausahaan berbasis vokasi, hingga pada tahapan pengembangannya. Pengembanganmodel kurikulum berbasis vokasi yang rumit dengan berbagai permasalahan dapat disederhanakandengan konsep dua lingkaran dan tahapan pengembangan yang meliputi : analisa situasi, prasyarat,analisa didaktik, sasaran pembelajaran, organisasi proses pembelajaran, proses pembelajaran danpenilaian. Setiap tahapan dilengkapi dengan berbagai pertimbangan utama yang menjadi kajian darisetiap tahapan. Substansi kewirausahaan harus direncanakan sejak lingkaran pertama dan harusdijabarkan pada sasaran pembelajaran pada tahap keempat, dan pada lingkaran kedua atau tahapkelima, keenam dan ketujuh. Substansi kewirausahaan harus dapat dilaksanakan dalam prosespembelajaran sehingga akan tergambar pula pada organisasi maupun proses pembelajaran.

Full text

 

Metrics

  • visibility 119 views
  • get_app 31 downloads