Metrics

  • visibility 221 views
  • get_app 132 downloads
description Journal article public Jurnal Ilmiah Universitas Bakrie

Analisis Penerapan Sak Etap terhadap Laporan Keuangan USAha Mikro Kecil Menengah Pedagang Minang di Pasar Pondok Labu

Rahmi Aulia Putri
Published Лютий 2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) terhadap laporan keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pedagang Minang di Pasar Pondok Labu. Di Pasar Pondok Labu yang mayoritas ditempati oleh pedagang Minang telah memperlihatkan kesuksesan UMKM dalam menunjang perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari transaksi jual-beli setiap hari yang membuat pedagang Minang mempunyai lebih dari satu kios/toko dan juga mempunyai beberapa karyawan. Walaupun USAha pedagang Minang berkembang pesat, namun sistem keuangan mereka belum terlalu rapi dalam menyajikan laporan keuangan. SAK ETAP diterbitkan untuk mempermudah pedagang Minang dalam menyajikan laporan keuangan agar dapat dipergunakan untuk mengajukan pinjaman kepada bank guna memperluas USAha.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan pada penelitian berasal dari hasil kuisioner yang dijawar responden yaitu pedagang Minang serta didukung oleh hasil pengamatan peneliti selama melakukan penelitian di Pasar Pondok Labu.Hasil dari penelitian ini adalah SAK ETAP belum diterapkan oleh pedagang Minang di Pasar Pondok Labu karena tidak mendapat sosialisasi dari pihak manapun. Seharusnya, pedagang Minang sebagai bagian UMKM perlu mengetahui serta menerapkan SAK ETAP untuk menyajikan laporan keuangan yang dapat digunakan untuk mengajukan pinjaman kepada Bank.Kata kunci : Pedagang Minang, UMKM, SAK ETAPThis study aims to determine the application of Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability (SAK ETAP) to the financial statements of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) Minang traders in the Pondok Labu. In Pondok Labu Market predominantly occupied by Minang traders have demonstrated the success of SMEs in supporting the Indonesian economy. This can be seen from the transaction-buy every day which made traders Minang have more than one kiosk / shop and also has a few employees. Although the business of merchants Minang growing rapidly, their financial systems have not been too neat in presenting the financial statements. SAK ETAP issued to facilitate Minang merchants in presenting the financial statements that can be used to apply for bank loan to expand the business.The method used in this research is descriptive qualitative method. Data used in the study came from the results of the questionnaire respondents are dijawar Minang merchants and supported by the observations of researchers for conducting research in Pondok Labu Market.The results of this study are SAK ETAP has not been implemented by the Minang traders in Pondok Labu Market because it had no socialization of any party. Supposedly, Minang traders as part of SMEs need to know and apply the SAK ETAP to present financial statements that can be used to apply for a loan to the Bank.Keywords: Minang traders, SMEs, SAK ETAPAbdul, R. (2012). Manajemen Usaha Kecil Menengah dan Koperasi. Jakarta: Universitas Mercu Buana.Adya, A. (2010, May 10). Perantau Minang di Jakarta. Retrieved Februari 1, 2016, from Afandri Adya: http://afandriadya.com/2010/05/10/perantau- minang-di-Jakarta/Adya, A. (2013, Desember 24). Saudagar Minangkabau di Malaya. Retrieved Februari 1, 2016, from Afandri Adya: http://afandriadya.com/2013/12/24/saudagar-minangkabau-di-malaya/Afifah, Z. (2012). Analisis Bantuan Modal dan Kredit bagi Kelompok Pelaku Usaha Mikro oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro.Akuntansi, S. (2012, September 25). Sistem Akuntansi. Diakses 24 November 2015, Sistem Akuntansi: http://sistem- akuntansi1000.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-standar-akuntansi- keuangan/Anggreani, D. S. (2016). Dibutuhkan Panduan Teknis dalam Implementasi SAK ETAP di Indonesia. Majalah Akuntan Indonesia .Augustyas, D. (2011, Oktober 25). Dhiasitsme. Diakses 24 November 2015, Dhiasitsme: https://dhiasitsme.wordpress.com/2011/10/25/stamdar- akuntansi-keuangan-sak/Brodjonegoro, B. P. (2015, Agustus 01). Berita : Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Diakses 25 November 2015, Kementerian Keuangan Republik Indonesia: http://www.kemenkeu.go.id/Berita/peran-penting- ukm-dorong-perekonomian-IndonesiaHasiholan, S. (2011, Mei 12). Peran Sektor UKM pada Ekonomi Indonesia. Diakses 25 November 2015, Samuel Hasiholan: http://samuelhasiholan.wordpress.com/2011/05/12/peran-sektor-ukm- pada-ekonomi-Indonesia/Hermawan, A. (2009). Penelitian Bisnis. Jakarta: PT Grasindo.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik. (2013). Data dan Informasi. Retrieved October 16, 2015, from Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia: http://www.depkop.go.id/berita-informasi/data-informasi/data-umkm/Martani, D. (2011, Maret 15). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP). Diakses 06 November 2015, fromUniversitas BakrieStaff UI: http://staff.ui.ac.id/system/files/users/martani/material/standarakuntansikeuananentitastanpaakuntanbilitaspubliksak- etap.pdfMessi, M. N., Sakwan, S., Sya'ranie, R. K., Lumbanradja, K., Misanam, M., Rauf, M. S., et al. (2014). UMKM dan Pesaingan Usaha. Jakarta: KPPU.Raco, J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gramedia.Republika. (2014, Juni 8). Gaya Hidup. Retrieved Februari 5, 2016, from Republika: http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya- hidup/kuliner/14/06/08/n6tx5y-makanan-terlezat-di-dunia-bernama- rendangRudiantoro, R., & Siregar, S. V. (2012). Kualitas Laporan Keuangan UMKM serta Prospek Implementasi SAK ETAP. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia .Sanusi, A. (2011). Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.Sekaran, U., & Bougie, R. (2013). Research Methods for Business : A Skill- Building Approach (6th ed.). Chichester : John Wiley.Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung: Alfabeta.Undang - Undang Republik Indonesia No. 20. (2008). Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jakarta.Wibisana, M. J., Hoesada, J., Kurniawan, D. M., Utama, S., Siregar, A. E., Wulandari, E. R., et al. (2009). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.Wikipedia. (2016, Januari 5). Orang Minangkabau. Retrieved Februari 1, 2016, from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Orang_MinangkabauWikipedia. (2015, September 24). Saudagar Minangkabau. Retrieved Februari 1, 2016, from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Saudagar_Minangkabau

Full text

 

Metrics

  • visibility 221 views
  • get_app 132 downloads