Metrics

  • visibility 480 views
  • get_app 394 downloads
description Conference paper public Child Poverty and Social Protection Conference

Balita pada Rumahatangga Miskin di Kabupaten Prioritas Kerawanan Pangan di Indonesia Lebih Rentan Mengalami Gangguan Gizi

Annis Catur Adi, Dini Ririn Andrias
Published Вересень 2013

Abstract

Latar belakang. Risiko ketidaktahanan pangan rumahtangga timbul karena rendahnya pendapatan, rendahnya ketersediaan pangan maupun faktor gegrafis. Proporsi penduduk dengan asupan kalori di bawah tingkat konsumsi minimum (<1400 kkal/hari) sebesar 14,47% dan (<2000 kkal/hr) sebesar 64,21%, hampir dua kali lipat dari target MDGs (35,32%) menunjukkan adanya gangguan ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, yang dapat berdampak pada gangguan status gizi kelompok rentan, diantaranya Balita. Tujuan. Menilai status gizi dan menganalisis risiko gangguan gizi Balita pada rumahtangga miskin di daerah prioritas dan non prioritas kerawanan pangan di Indonesia Metode. Analisis lanjut data Riskesdas tahun 2010 untuk 99 kabupaten: diantaranya 71 kabupaten prioritas masalah kerawanan pangan (prioritas I:11, prioritas II: 25 dan prioritas III: 35) dan 28 kabupaten non prioritas di Indonesia, dengan unit analisis rumahtangga yaitu 11084 rumahtangga dan 2464 rumahtangga diantaranya tergolong miskin dan memiliki Balita Hasil. Hasil penelitian menunjukkan risiko terjadinya masalah gizi Balita di wilayah prioritas rawan pangan yaitu gizi buruk dan kurang 2,172 kali lebih besar dan risiko sangat pendek dan pendek 1,669 kali besar dibandingkan di wilayah non prioritas. Balita pada rumahtangga miskin di kabupaten prioritas rawan pangan berisiko terjadi gizi buruk dan kurang 1,445 kali lebih besar serta berisiko sangat pendek/pendek lebih besar 1,406 kali dibandingkan Balita pada rumahtangga tidak miskin. Berdasarkan kelompok usia, Balita berusia 1-3 tahun pada rumahtangga miskin didaerah prioritas kerawanan pangan berisiko terjadi gizi buruk dan kurang 1,535 lebih besar serta berisiko terjadi sangat pendek dan pendek 1,608 kali dibandingkan Balita usia 0-6 bulan. Simpulan. Balita pada rumahtangga miskin di daerah kabupaten prioritas kerawanan pangan (I,II dan III) lebih rentan mengalami gangguan gizi (sangat pendek/pendek dan gizi buruk/kurang) dibandingkan di kabupaten non prioritas. Saran. Balita berusia 1-3 tahun pada rumahtangga miskin di kabupaten prioritas rawan pangan di Indonesia perlu mendapat prioritas utama percepatan perbaikan gizi.

Full text

 

Metrics

  • visibility 480 views
  • get_app 394 downloads