Recently Published
Most Viewed
Conference paper

Penentuan Critical Control Point (Ccp ) dan Pemantauan (Monitoring) pada Sistem Manajemen Hazard Analysis Critical Control Point (Studi Kasus Industri Makanan PT X)

Sistem manajemen Hazard Analysis Critical Control Point adalah sistem jaminan keamanan pangan Internasional yang didasarkan pada tindakan pencegahan. Tahapan penting dari sistem ini adalah penetuanCritical Control Point dan Sistem Pemantauan (Monitoring). Dengan mengetahui CCP dapat sedini mungkin mengatasi masalah yang akan merugikan industri dan pada akhirnya juga mengatasi kerugian pada konsumen. Sedangkan pemanatauan ( monitoring) mencakup apa yang harus diuji, metode pengujian, tempat pengujian, waktu pengujian dan hasil pengujian. Metode untuk menentukan CCP dan pemantauan berdasarkan Codex Alimentarius Commission GL/32. Contoh kasus untuk penentuan CCP dan motoring pada makalah ini di PT. X, Perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan (margarine). dengan bahan baku utamanya yaitu Crude Palm Oil (CPO). Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh 4 (empat) Crtical Control Point (CCP) yaitu : 1).Proses menyaring minyak dengan menggunakan filter bag berukuran 5 micron, 2). penimbangan air, ingredients dan garam, 3). Proses menyaring minyak dengan menggunakan wiremes 100 mesh, 4). Tub/kaleng filling atau pengisian kaleng/bak plastik. CCP tersebut ditindaklanjuti dengan menetapkan batas kritis pada tahapan proses yang termasuk CCP. Setiap CCP ini memiliki prosedur pemantuan (monitoring) yang berbeda
Conference paper

Penggunaan Metode International Roughness Index (Iri), Surface Distress Index (Sdi) dan Pavement Condition Index (Pci) untuk Penilaian Kondisi Jalan di Kabupaten Wonogiri

Ruas jalan Pokoh-Malangsari merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan industri di antara tiga Kabupaten yaitu Wonogiri, Karanganyar, dan Sukoharjo serta beberapa daerah pedesaan di sekitarnya. Keberadaan ruas jalan Pokoh-Malangsari sangat membantu pergerakkan sektoral di wilayah utara KabupatenWonogiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan secara fungsional dan membandingkan nilai kondisi perkerasan jalan berdasarkan tiga metode, yaitu International Roughness Index (IRI), Surface Distress Index (SDI) dan Pavement Condition Index (PCI), yang digunakan sebagai dasar untuk mengetahui jenis penanganan pemeliharaan jalan.Penilaian kondisi perkerasan jalan secara visual diperoleh dengan melakukan survey lapangan menggunakan metode SDI dan PCI sedangkan, nilai IRI diperoleh dengan survey menggunakan mobil dan memanfaatkan aplikasi Roaddroid. Aplikasi Roaddroid adalah salah satu aplikasi pada ponsel pintar (smart phone) Android yang dikembangkan oleh Perusahaan di Swedia yang berfungsi untuk mengukur ketidakrataan jalan (road roughness).Hasil penelitian ini adalah ada perbedaan kondisi jalan Manjung-Klerong pada ketiga metode yaitu pada metode IRI 71% kondisi baik, 29% kondisi sedang. Kondisi rusak ringan dan rusak berat tidak ditemukan. Pada metode SDI, 78.6 kondisi baik, 10.7% kondisi sedang, 7.1% rusak ringan, dan 3.6% rusak berat. Pada metode PCI, 93% kondisi baik, dan 7% kondisi sedang, tidak ditemukan rusak ringan dan rusak berat. Dengan adanya penelitian penilaian kondisi jalan yang menggunakan metode IRI, SDI, dan PCI dapat memberikan gambaran atau dekripsi tentang kondisi jalan di Kabupaten Wonogiri, yang dapat digunakan sebagai data base untuk perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan.
Suggested For You
Journal article

Strategi Penurunan Biaya Produksi Dengan Menggunakan Perencanaan Produksi Pada Plant Aluminium Sulfat Solid Di PT. Mahkota Indonesia

PT. MAHKOTA INDONESIA merupakan Perusahaan manufaktur yangmemproduksi aluminium sulfat solid. Besarnya permintaan setiap periode sangatberfluktuatif sehingga bagian produksi sulit memperkirakan besarnya produk yang akan diproduksi untuk setiap item produk. Oleh karena itu kegiatan lembur sering kali di lakukanuntuk memenuhi permintaan yang ada. Dari peramalan tersebut dilanjutkan denganmelakukan perencanaan agregat dengan metode grafik dengan memilih strategi yangmenghasilkan biaya paling minimalMetode pemulusan eksponensial ganda adalah metodeyang digunakan dalam melakukan peramalan karena memberikan nilai kesalahan terkecil.Setelah didapatkan hasil peramalan dilanjutkan dengan melakukan perencanaan agregatmenggunakan strategi yang menghasilkan biaya paling kecil yaitu strategi penambahantenaga kerja serta diikuti dengan pengadaan persediaan, pada strategi ini biaya produksi dapatberkurang sebesar Rp.47.482.882,92,- kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatanJadwal Induk Produksi dengan model Disagregasi Hax & Meal dan diakhiri denganpembuatan jadwal produksi mingguan untuk setiap item produk menggunakan metode RunOut Time.
Read more articles
Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This institutional repository is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon