Recently Published
Most Viewed
Journal article

Ganbatte Kudasai! Karakter Jepang Yang Mensukseskan!

Ganbatte Kudasai! Adalah sebuah ungkapan yang mengandung banyak makna bagi bangsa Jepang. Dari sekian makna yang ada, ungkapan ini mengandung unsur motivasi dan semangat untuk terus berjuang dan pantang menyerah. Seorang mahasiswa didepan profesornya, seorang karyawan didepan bosnya, atau siapapun yang menerima sebuah tugas, maka akan selalu mengatakan “Gambarimasu!” yang berarti akan berusaha dengan sebaik-baiknya. Semangat pantang menyerah inilah yang kemudian membangun karakter bangsa Jepang yang tangguh, teliti, rajin dan pantang menyerah. Hasilnya adalah apa yang kita lihat sekarang dimana Jepang, sebuah negara satu-satunya didunia yang pernah “menerima” bom atom dan porak poranda akibat Perang Dunia II, bangkit kembali menjadi sebuah raksasa ekonomi dan teknologi dunia. Tentu saja, prestasi yang dicapai oleh Jepang tidaklah semudah yang dikira. Mereka berusaha melalui proses yang panjang. Yang menarik adalah ketika semua proses mereka lalui dengan ketekunan dan kesabaran, bukan mencari jalan pintas untuk kesuksesan semu. Proses ini juga bukan tanpa halangan dan kegagalan, namun dengan ketekunan dan kesabaran, Jepang mampu menghadapi dan kemudian mengalahkan hambatan-hambatan seperti minimnya sumberdaya alam yang kemudian memacu bangsa Jepang untuk mencari alternatif penyelesaiannya dan hasilnya adalah inovasi teknologi yang luar biasa. Fiosofi Gambaru yang melahirkan Ganbatte merupakan perwujudan dari filosofi Bushido yang berkembang pada masa samurai. Pada masa Shogun Tokugawa, perpaduan Shinto dan Budha melahirkan semangat Bushido yang mengajarkan sikap moralpositif seperti kebernian, kehormatan dan harga diri, kesetiaan dan pengendalian diri, kesungguhan, kejujuran, hemat, kemurahan dan kerendahan hati, kesopanan dan keramah tamahan, kerja keras, tidak individualistis, tidak egois, bertanggung jawab, bersih hati, harus tahu malu, serta mementingkan hubungan moral antara atasan dengan bawahan, ayah dengan anak, suami dengan istri, kakak dengan adik, teman dengan teman. Filosofi Bushido yang tertuang dalam semangat Gambaru inilah yang kemudian mewarnai kehidupan masyarakat Jepang sehari-hari. Hal ini menghasilkan sebuah masyarakat Jepang yang mandiri dan tangguh. Selain pantang menyerah dan kerja keras, semangat Gambaru menghasilkan budaya masyarakat Jepang yang haus akan ilmu pengetahuan. Orang Jepang dimasa lampau belajar dari keberhasilan bangsa-bangsa lain, terutama bangsa Barat dan bertekad untuk menyamainya. Oleh karena itu masa Restorasi Meiji merupakan salah satu tonggak penting dalam perkembangan masyarakat Jepang. Setelah karakter bangsa Jepang telah terbentuk dengan filosofi bushido dimasa samurai, hal ini kemudian diperkuat dengan keterbukaan dan modernisasi Jepang melalui Restorasi Meiji. Jepang menjadi negara pertama di Asia yang menerapkan prinsip demokrasi Barat dengan membentuk parlemen pada sistem politiknya. Semangat belajar ini kemudian diteruskan pasca Perang Dunia II, ketika masyarakat Jepang belajar keunggulan produk Barat dan kemudian meniru dan dikembangkan dengan inovasi mereka sehingga menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan produk Barat. Semangat belajar bangsa Jepang tidak hanya ditujukan kepada bangsa lain, namun juga belajar dari pengalaman. Hidup disebuah negara dengan kondisi geografis yang kurang menguntungkan dengan sumber daya alam yang rendah, potensi gempa bumi yang besar, potensi tsunami yang besar, telah membuat bangsa Jepang banyak belajar dari pengalamannya menghadapi tantangan-tantangan ini. Jepang yang memiliki pengalaman buruk dengan bom nuklir, justru mengembangkan nuklir sebagai pemasok energi. Sebagai negara yang sering terkena gempa, pemerintah menerapkan aturan tentang pembuatan rumah dan gedung yang tahan gempa. Serangan tsunami yang juga pernah menelan ribuan orang Jepang, membuat mereka berinovasi untuk membangun sistem peringatan dini dan juga membuat sistem evakuasi yang tertib dan teratur ketika menghadapi bencana. Sebuah bukti nyata ketangguhan Jepang adalah ketika peristiwa gempa bumi dan tsunami pada bulan Maret 2011. Bencana ini tidak hanya membawa korban ribuan orang, namun juga berujung kepada bencana nuklir, akibat tsunami yang juga menerjang reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Dai Ichi. Semangat Gambaru sangat terlihat disini. Korban bencana tidak menunjukkan kemuraman dan kesedihan yang berlebihan. Mereka tetap mengantri dengan tertib untuk menerima bantuan, tidak ada satupun laporan penjarahan. Warga lain yang bernasib lebih baik, dengan sukarela menerima, menampung dan memberikan bantuan kepada para korban. Pemerintah selalu memberikan informasi yang akurat dari menit ke menit tentang perkembangan yang ada, sekaligus juga menyampaikan informasi USAha-USAha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi bencana. Media masa sangat membantu dengan menyiarkan berita dan informasi dan membangun. Mereka tidak menayangkan gambar-gambar kesedihan dengan lagu yang pilu, melainkan gambar-gambar ketegaran dan gotong royong antar masyarakat. Artinya, semua elemen masyarakat Jepang saling membantu dan menguatkan satu sama lain ketika menghadapi bencana. Mereka yakin dan percaya bahwa dengan kebersamaan, maka masalah akan dapat teratasi. Karakter bangsa Jepang yang tangguh ini telah ditanamkan sejak dini kepada anak-anak Jepang. Sejak kecil mereka diajarkan dengan semangat kerja keras, belajar tanpa kenal lelah, selalu berinovasi, harga diri yang tinggi, selalu hidup hemat, loyal dan setia, kerjasama yang tangguh dan mandiri. Meskipun mereka tidak mendapatkan pelajaran agama seperti di Indonesia, namun mereka mendapatkan pengajaran tentang moral dan nasionalisme yang tinggi yang bersumber pada filosofi Bushido. Hal ini membuat karakter bangsa Jepang ini akan selalu diteruskan secara turun temurun. Buku karya A. A Azhari ini sangat menarik untuk dibaca. Buku ini memiliki keunikan yang berbeda dari buku tentang Jepang yang lain, karena menyajikan perkembangan masyarakat Jepang yang ditinjau dari filosofi Bushido yang tertuang dalam semangat Gambaru dan dalam gaya khas penulis Hubungan Internasional. Penyajiannya lebih kepada pendekatan sosial daripada pendekatan manajemen ekonomi yang biasanya banyak ditulis. Keunikan ini terbentuk dari tiga pengalaman pribadi penulis, yaitu pengalaman berkunjung ke Jepang, pengalaman cerita orangtua penulis tentang Jepang, dan latar belakang pendidikan penulis yang alumni Hubungan Internasional. Buku ini menyajikan banyak hal tentang Jepang. Mulai dari perkembangan masyarakat, karakter dan budaya, serta hubungan Internasional Jepang. Oleh karena itu buku ini sangat perlu dan penting untuk dibaca, tidak hanya oleh para mahasiswa dan peminat hubungan Internasional, namun juga oleh masyarakat Indonesia agar mampu belajar dari keberhasilan Jepang yang dibangun secara mendasar dari karakternya. Buku ini akan dapat menginspirasi anak bangsa untuk kembali merenungkan karakter bangsa Indonesia, untuk kemajuan dimasa depan.
Journal article

Perbedaan Pengaruh Pemakaian Kontrasepsi Suntik (Cyclofem Dan Depoprogestin) Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji Malang

PERBEDAAN PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK (CYCLOFEM DAN DEPOPROGESTIN) TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKISAJI MALANGThe Diffrence Between Injection Contraceptive (Cyclofen And Depoprogestin) to The Increase Of Fertile Woman Blood Pressure In Pakisaji Health Care Center Region Of MalangRirin HariniProgram Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145e-mail: ri2nharini@gmail.comABSTRAKFenomena di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji bahwa ibu muda yang belum pernah memakai alat kontrasepsi merasa takut jika menggunakan kontrasepsi suntik karena dapat meningkatkan tekanan darah, dan beberapa dari mereka berani menggunakan alat kontrasepsi suntik tetapi bingung memilih antara jenis depoprogestin tiap 3 bulan atau jenis cyclofem tiap 1 bulan. Selama ini belum ada penanganan yang tepat terhadap masalah penggunaan alat kontrasepsi suntik jenis mana yang paling tepat untuk digunakan oleh akseptor KB suntik dan mana yang lebih mampu menekan terjadinya peningkatan tekanan darah. Memang pada Kenyataannya banyak ibu yang sudah lama menggunakan KB suntik berhenti secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, bahkan sampai ada yang mencoba menggunakan alat kontrasepsi lain yang mempunyai efek samping yang lebih berat. Kejadian kegagalan pemakaian kontrasepsi pada ibu berdampak terjadinya kehamilan yang tidak diharapkan, akan mempengaruhi cara berfikir, bersikap dan bertindak sehingga menjadi masalah baru bagi para ibu muda. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pemakaian kontrasepsi suntik jenis cyclofem dan depoprogestin, untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya perbedaan dalam memilih alat kontrasepsi suntik, untuk mengidentifikasi peningkatan tekanan darah pada akseptor kontrasepsi suntik cyclofem dan depoprogestin. Metode penelitian adalah studi komparatif dengan desain penelitian case control. Berdasarkan hasil analisis statistik uji t (independent sample t-test) dengan á = 0, 05 didapatkan nilai uji t hitung = 3,795 dengan p-value = 0,001 pada tekanan darah sistolik dan uji t hitung = 3,444 dengan p-value = 0,001 pada tekanan darah diastolik artinya ada perbedaan tekanan darah antara pemakaian kontrasepsi suntik jenis cyclofem dengan depoprogestin. Saran bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji dapat mengetahui pengaruh pemakaian kontrasepsi suntik terhadap peningkatan tekanan darah, sehingga ibu bisa memilih kontrasepsi suntik yang mempunyai efek samping rendah terhadap peningkatan tekanan darah dan bila ibu yang memakai kontrasepsi suntik mengalami peningkatan tekanan darah dianjurkan supaya mengganti kontrasepsi lain sesuai dengan kondisinya.Kata kunci: kontrasepsi suntik, tekanan darah, wanita usia subur.ABSTRACTPhenomenon in region work Puskesmas Pakisaji that matron which have never weared intrauterine device have cold feet if using contraception inject because can improve blood pressure, and some from them dare to use intrauterine devices inject but confusing to choose between type of depoprogestin every 3 type or months of cyclofem every 1 months. During the time there is no correct handling to problem USAge of intrauterine device inject which type is which most precise to be used by acceptor of KB inject and which is which more can depress the happening of improvement of blood pressure. It is true practically many mothers which have been long enough used KB inject desisted sudden without clear reason, even until there is trying to use other intrauterine device which have heavier side effects. Occurence of contraception malfunction at mother affect the happening of un-expected pregnancy, will influence the way of thinking behaving and acting so that become new problem to all matrons. Target of research to know difference of USAge of contraception inject type of cyclofem and of depoprogestin, to identify factor any kind of which is background the happening of difference in choosing intrauterine device inject, to identify the make-up of blood pressure at contraception acceptor inject and cyclofem of depoprogestin. Research methode are comparability study with desain researchs of control case. Pursuant to statistical analysis result of t-test (t-test sample independent) by = 0,05 got value t-test count = 3,795 with p-value = 0,001 at blood pressure of sistolik test and of t count = 3,444 with p-value = 0,001 at blood pressure of diastolik mean there is difference of blood pressure between USAge of contraception inject type of cyclofem with depoprogestin. Suggestion for society in region work Puskesmas Pakisaji can know influence of USAge of contraception inject to improvement of blood pressure, so that mother can choose contraception inject having low side effects to improvement of blood pressure and when mother wearing contraception inject experienced of the make-up of blood pressure suggested so that change other contraception as according to his condition.
Suggested For You
Journal article

Analisis Pertumbuhan Sektor Perbankan di Indonesia Tahun 2001-2008

Intention of this research is to know level of growth of banking credit in Indonesia and know macro variable influence that is resident amounts, earnings of perkapita and amount of money supplies to growth of banking credit. Analyzer applied to know resident growth influence, income percapita, amount of money supplies to growth of credit is doubled linear regression test with statistical test two directions that is T test and F test and test ekonometrika that is classic assumption test (multikolinierity test, heteroskedastisity test, autocorrelation test). Result of research at doubled linear regression shows growth of number of residents to growth of credit influential significant. while earnings growth of percapita doesnt have an effect on significant to growth of credit and growth of amount of money supplies influential significant to growth of credit. Based on conclusion to macro variable of chartered investment counsel can be cought up with growth of credit as according to ability of Negara to be realized secure and prosperous public. Keywords: Growth of Banking Credit, Macro Variable, Indonesia
Read more articles