Recently Published
Most Viewed
Journal article

Identifikasi Permasalahan Gelandangan dan Pengemis di Upt Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis

Gepeng (gelandangan dan pengemis) merupakan suatu fenomena sosial yang harus ditanggapi dengan serius. Fenomena ini semakin lama semakin memprihatinkan. Meskipun pemerintah selalu berusaha untuk mengurangi populasi gepeng melalui operasi penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja maupun Polisi, namun tetap saja jumlah gepeng seperti tidak pernah berkurang bahkan cenderung bertambah. Mudahnya mencari uang di kota besarseperti Jakarta dan kota besar lainnya telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pendatang dari luar daerah tanpa membawa bekal keterampilan dan pendidikan yang memadai untuk mengadu nasib. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan permasalahan yang terjadi pada Gelandangan dan Pengemis. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang ada terkait dengan permasalahan pada Gelandangan dan Pengemis di kota Madiun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi,observasi dan wawancara mendalam dari informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif. Penelitian ini dilakukan selama satu tahun di UPT Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis Kota Madiun. Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasilpenelitian yang telah dilakukan adalah terdapat beberapa pokok permasalahan yang dialami oleh para gelandangan dan pengemis yang ada di Madiun serta sumber masalah yang dialami oleh warga binaan berkaitan dengan mental yang tidak sehat, yaitu adanya sikap malas dan tidak mau berusaha untuk mengubah hidup menjadi lebih baik, menginginkan sesuatu yang instan dan kemampuan resiliensi yang rendah.
Book

Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita

Seperti mewakili perasaan banyak orang, dalam buku ini Buya Ahmad Syafii Maarif secara terbuka menelanjangi ancaman kekerasan oleh kelompok Islam tertentu di Indonesia, yang disebutnya sebagai kelompok “Preman Berjubah.” Katanya, “Yang menjadi burning issues dalam kaitannya dengan masalah politik identitas sejak 11 tahun terakhir ialah munculnya gerakan-gerakan radikal atau setengah radikal yang berbaju Islam. Sebagaimana partner mereka di bagian dunia lain, gerakan-gerakan ini juga anti-demokrasi dan anti-pluralisme, dan sampai batas-batas yang jauh juga anti-nasionalisme.” Dan meskipun terdiri dari berbagai faksi, dalam satu hal mereka punya tuntutan sama: pelaksanaan Syari'ah Islam dalam kehidupan bernegara. Bermula dari orasi ilmiah yang disampaikan pada Nurcholish Madjid Memorial Lecture, dalam buku ini Buya juga menunjukkan mengapa kita tidak perlu terlalu kuatir dengan ancaman di atas. Itu karena pluralisme, yang menomorsatukan keragaman, sudah merupakan bagian esensial bagi keindonesiaan. Selain renungan Buya, buku ini juga memuat tanggapan tujuh orang lain, dari berbagai latar belakang, atas pidato Buya. Seluruhnya ingin memperkuat sendi-sendiri pluralisme kita dari ancaman politik identitas.
Book

Sisi Gelap Demokrasi: Kekerasan Masyarakat Madani di Indonesia

Working paper

Agama, Resolusi Konflik, Bina-Damai: Pengalaman Dunia, Pelajaran Bagi Indonesia

Book

Demokrasi dan Kekecewaan

Book chapter

Mengaktifkan Politik

Book

Sisi Gelap Demokrasi: Kekerasan Masyarakat Madani di Indonesia

Working paper

Agama, Resolusi Konflik, Bina-Damai: Pengalaman Dunia, Pelajaran Bagi Indonesia

Book

Demokrasi dan Kekecewaan

Book chapter

Mengaktifkan Politik

Suggested For You
Book

Memperbaiki Mutu Demokrasi di Indonesia: sebuah Perdebatan

Bermula dari Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) yang disampaikan R. William Liddle, buku ini mendiskusikan masalah-masalah yang terkait dengan mutu demokrasi di Indoensia dan arah yang dapat ditempuh untuk memperbaikinya. Bagi Liddle, counsel of despair (nasihat berputus-asa) bukanlah pilihan. Diinspirasikan Niccolo Machiavelli, Liddle menyebut sejumlah kemungkinan agar warga negara (full citizens) di Indonesia bisa menjadi aktor-aktor yang mengubah pilihan-pilihan politik mereka di masa depan. Pandangan Liddle di atas dikomentari Faisal Basri, AA GN. Ari Dwipayana, Usman Hamid & A.E. Priyono, Airlangga Pribadi, Goenawan Mohamad, Sri Budi Eko Wardhani, dan Burhanuddin Muhtadi. Semuanya melihat pandangan Liddle sebagai sesuatu yang berharga, provokatif, memancing pemikiran dan mendorong kita bergerak ke arah perbaikan lebih jauh.
Book

Pemolisian Konflik Keagamaan di Indonesia (Edisi Ringkas)

Working paper

Memperkuat Forum Kerukunan Umat Beragama (Fkub)

Working paper

Islamic Conservatism and Support for Religious Freedom

Book

Menemukan Konsensus Kebangsaan Baru: Negara, Pasar, dan Cita-cita Keadilan

Read more articles