Recently Published

Post-Conflict Segregation, Violence, and Reconstruction Policy in Ambon

Associations of Child Poverty: Patterns and Differences

Marginalized Groups in PNPM

Most Viewed
Report

Segregasi, Kekerasan dan Kebijakan Rekonstruksi Pasca Konflik di Ambon

Di tengah kekhawatiran bahwa Indonesia akan terpecah belah karena konflik kekerasan di beberapa provinsi pasca-runtuhnya rezim Orde Baru, beberapa perjanjian damai berhasil dicapai dan menghentikan kekerasan yang telah menelan ribuan korban jiwa dan harta benda. Salah satu perjanjian tersebut adalah Perjanjian Damai Malino II, yang dipandang sebagai tonggak berakhirnya konflik berkepanjangan di Provinsi Maluku. Namun demikian, kekerasan-kekerasan dalam skala yang lebih kecil dan bersifat sporadis masih terus terjadi di Maluku, khususnya di Kota Ambon. Peneliti dan penggiat perdamaian telah mengidentifikasi bahwa salah satu persoalan yang dihadapi Kota Ambon adalah segregasi pasca-konflik. Akan tetapi, belum ada studi yang berfokus pada hubungan antara segregasi pasca-konflik, munculnya kekerasan, dan kebijakan pembangunan pasca-konflik. Oleh karena itu, studi ini dirancang untuk mengisi kekosongan informasi tersebut. Studi ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK), kerja sama antara The Habibie Center dengan Kediputian I Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan didukung oleh The World Bank. Program ini didanai oleh hibah dari The Korea Economic Transitions and Peace Building Trust Fund.
Report

Demokrasi Pasca-konflik, Kekerasan dan Pembangunan Perdamaian di Aceh dan Maluku

Studi demokrasi dan pembangunan perdamaian di wilayah pasca-konfik di Indonesia ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa di samping melakukan penghentian konflik dan membuat perjanjian perdamaian, merawat perdamaian dengan menjaga dinamika politik dan pembangunan adalah sangat penting dan menantang. Selain itu, studi yang selama ini banyak dilakukan lebih tertuju pada dinamika konflik dan kekerasan yang terjadi di masa konflik dan pasca-konflik. Belum banyak studi yang fokus pada bagaimana demokratisasi pasca-konflik dilangsungkan untuk menjaga proses pembangunan dan memelihara perdamaian. Studi ini diharapkan bisa mengisi gap tersebut. Studi ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK), kerja sama antara The Habibie Center dengan Kediputian I Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta didukung oleh The World Bank. Program ini didanai oleh hibah dari Korea Trust Fund for Economic and Peace Building Transitions. Publikasi buku ini juga didukung oleh DFAT-TAF Partnership.
Report

Kapasitas Lembaga dan Dinamika Pencegahan Konflik: Studi Kasus Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat

Working paper

Iron Deficiency and the Well-being of Older Adults: Early Results From a Randomized Nutrition Intervention

Report

Post-Conflict Democracy, Violence, and Peace-Building in Aceh and Maluku

Report

Kapasitas Lembaga dan Dinamika Pencegahan Konflik: Studi Kasus Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat

Working paper

Iron Deficiency and the Well-being of Older Adults: Early Results From a Randomized Nutrition Intervention

Report

Post-Conflict Democracy, Violence, and Peace-Building in Aceh and Maluku

Suggested For You
Working paper

Causal Effect of Health on Labor Market Outcomes: Experimental Evidence

Report

Marginalized Groups in PNPM-Rural

Report

A Baseline Study of Decentralization/Regional Autonomy: a Survey of Processes and Performance Indicators Across Twelve Kabupaten/kota

Working paper

Causal Effect of Health on Labor Market Outcomes: Experimental Evidence

Report

Marginalized Groups in PNPM-Rural

Report

A Baseline Study of Decentralization/Regional Autonomy: a Survey of Processes and Performance Indicators Across Twelve Kabupaten/kota